Skip to main content
Modelling Era

Ketika Fashion Muslim Belum Menjadi Tren  di Indonesia Tahun 70an

By March 4, 2026March 6th, 2026No Comments

Hari ini busana muslim di panggung fashion terasa umum, tetapi pada 1977 itu adalah sebuah langkah berani. Media koran “Pelita” menceritakan bagaimana Dewi Motik memperagakan busana muslim di Bali Room Hotel Indonesia—dan sejak itu banyak orang mulai memesannya. Dari peragaan busana tersebut, lahir sebuah pesan, bahwa tampil tertutup tidak mengurangi keanggunan, justru memancarkan wibawa dan membuka jalan bagi kecintaan berhijab di kemudian hari.

Berawal dari panggung profesional sebagai Peragawati yang memperagakan busana muslim, langkah tersebut perlahan menjadi bagian dari perjalanan personal Dewi Motik dalam berhijab. Jauh sebelum tren busana muslim berkembang seperti hari ini, Dewi Motik telah lebih dulu menghadirkan gaya busana tertutup di ruang publik dan panggung fashion Indonesia.

Sebagai Top Model papan atas, wajah Dewi Motik menjadi  langganan sampul majalah, Kali ini untuk edisi spesial Ramadan dan Hari Raya. Lihatlah bagaimana pesonanya menghiasi sampul bersama (Alm) Bapak Rahadian Yamin di  majalah “Variasi” menyambut 1 Syawal 1397 H (1977).

Balutan dress motif bernuansa Nusantara dengan penutup kepala bergaya klasik. Memadukan potongan modern seperti rok bermotif batik dan blouse, dengan identitas tradisional yang sangat kuat. Sebuah bukti bahwa modest fashion Indonesia selalu bangga berakar pada kekayaan budaya Indonesia.

Meninggalkan dunia peragawati dan memasuki dunia bisnis yang kompetitif, Dewi Motik hadir dengan gaya yang ikonik: Turban. Sebuah bentuk power dressing yang cerdas, dimana beliau memadukan ketegasan perempuan visioner dengan kesopanan dan keanggunan yang tetap terjaga.

Memasuki era 2000-an, perjalanan hijab Dewi Motik semakin matang. Turban perlahan berganti menjadi Kerudung Lilit Klasik yang menutup leher dan dada. Padu padan motif hijab dengan busana formal membuktikan bahwa tampil lebih tertutup justru semakin memancarkan karisma dan wibawa.

Kini, Dewi Motik tampil lebih bersahaja dengan Hijab Lilit yang sederhana. Sebuah penanda bahwa berhijab adalah proses yang tumbuh secara organik dan menenangkan jiwa, tanpa pernah menghilangkan sisi feminin dan wibawa seorang pemimpin.