Skip to main content
Galeri Demono

Gubernur Jakarta Pramono Anung Kunjungi Galeri Demono

By May 14, 2025No Comments

Pada suatu pagi yang cerah di awal Mei 2025, Galeri Demono—ruang pamer kontemporer yang kian mencuri perhatian publik—kedatangan tamu istimewa. Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menapakkan langkahnya ke galeri yang berlokasi strategis di jantung ibukota.

Kunjungan Gubernur DKI Jakarta tersebut sekaligus untuk menghadiri peluncuran buku 75 Inspirasi Demono dalam bentuk jurnal yang merangkum gagasan, perjalanan, dan karya-karya inspiratif Demono.

Warisan Pemikiran Lewat Buku dan Dokumentasi

Dalam kunjungan tersebut, Pramono menyampaikan dukungan penuh atas usaha Dewi Motik Pramono dalam menulis buku dan mendokumentasikan jejak rekam hidupnya. Baginya, karya-karya Dewi Motik bukan hanya catatan pribadi, melainkan peninggalan penting bagi generasi mendatang.

“Saya sangat men-support apa yang dilakukan oleh Ibu Dewi untuk menulis buku dan juga membuat jejak rekam historinya beliau yang tentunya ini menjadi peninggalan bagi generasi berikutnya,” ujar Pramono.

Pameran di Galeri Demono menjadi media visualisasi dari catatan sejarah hidup seorang figur yang tidak hanya dikenal sebagai supermodel dan pengusaha, tetapi juga tokoh yang erat dengan pergerakan perempuan Indonesia. Di dalamnya tergambar lintasan karier Dewi Motik Pramono: dari perannya di Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), kedekatannya dengan Ibu Tien Soeharto, hingga kekuatan spiritualnya yang menyatu dalam keseharian.

Karya yang Tak Pernah Putus

Pramono menegaskan, Dewi Motik Pramono adalah “salah satu legenda dalam berbagai hal.” Baginya, karya-karya sang tokoh perempuan tidak hanya kaya secara isi, tapi juga memiliki dampak panjang terhadap masyarakat, terutama kaum perempuan yang tengah merintis jalan di ranah sosial dan ekonomi.

Kedekatan personal mereka juga memberi warna tersendiri dalam kunjungan ini. Pramono mengenang bahwa pertemuan pertamanya dengan Dewi Motik Pramono terjadi di Tanah Suci pada tahun 2001 saat menjalankan ibadah umrah dan haji. Sejak saat itu, hubungan mereka terjalin erat, bahkan hingga hari ini.

“Lebih banyak nostalgia karena beliau memang seseorang yang karyanya tidak putus-putus,” tutur Pramono.

Ruang Cerita, Ruang Inspirasi

Pameran yang dikurasi di Galeri Demono bukan sekadar dokumentasi, melainkan potret hidup dari seorang perempuan Indonesia yang mengabdikan dirinya untuk kemajuan orang banyak. Ruang demi ruang dalam galeri menampilkan memorabilia, kutipan inspirasional, hingga dokumentasi visual yang membentang dari masa muda Dewi Motik Pramono hingga aktivitasnya di masa kini. Tak hanya itu, pameran ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi, bazar UMKM, dan ruang partisipatif yang membuka dialog antara pengunjung dan gagasan yang diwariskan.

Inspirasi untuk Masa Depan

Kunjungan ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap seni, sejarah, dan pemberdayaan perempuan. Melalui pertemuan budaya dan nostalgia ini, Galeri Demono tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga tempat menghidupkan semangat kolaborasi dan regenerasi nilai-nilai luhur bangsa.

“Karena Ibu Dewi itu salah satu legend dalam berbagai hal,” tutup Pramono.

Galeri Demono masih dibuka. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyelami jejak langkah perempuan legenda Indonesia—Dewi Moti  Pramono.

 

Sumber: