International Congress of Women – Mari kita berkenalan dengan organisasi wanita dunia yang sudah berdiri sejak tahun 1888. ICW, international Congress of Women beranggotakan ratusan negara, dari benua EROPA hingga AFRIKA. Untuk Indonesia, KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) yang menaungi ratusan organisasi di Indonesia terdaftar sebagai perwakilannya di ICW.

Tahun 2012 ini, Seoul, Korea Selatan berkesempatan untuk menjadi tuan rumah untuk kongres ICW. Sebelumnya di adakan di Barcelona, Spanyol.

Korea Selatan merangkul para delegasi untuk menyerap ilmu pemahaman peran Gender untuk kemajuan sebuah negara. Terbukti 20 tahun terakhir, Korea Selatan mendorong peran perempuan dalam berbagai bidang, jumlah mahasiswi mencapai 87%. Ini membuktikan perempuan berperan kuat pada kemajuan sebuah negara.

Kisah sukses Korea Selatan ini merupakan inspirasi untuk negara berkembang lainnya, karenanya Kongres ke-33 ini dipenuhi oleh ribuan delegasi.

Di Korea Selatan, terdapat beberapa Institut negara yang khusus meriset peran gender tersebut. Salah satunya KIGEPE; Korean Institute for Gender Equality Promotion and Education.

Berada dalam Kementrian persamaan Gender (Ministry of GenderEquality), KIGEPE mengundang delegasi dari Indonesia untuk mengikuti pelatihan mengenai peran gender pada pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan. Pelatihan di laksanakan pada tanggal 17 sampai 21 September 2012. Pelatihan ini bermaksud mengedukasi negara negara rekanan untuk mengadaptasi proses pembangunan di Korea Selatan. Dengan harapan tiap negara berkembang dapat mengedukasi lebih banyak masyarakat (tidak hanya perempuan) untuk dapat BERANI berperan untuk kemajuan negaranya.

Intinya siapa pun dapat bergabung dengan Organisasi di negaranya dan berkesempatan menjalin hubungan internasional dengan Organisasi negara lain.

Perlu dicatat, peranan Korea Selatan sebagai penyelenggara sebuah kongres semacam “lucky charm” .

Diawali pada tahun 1995, Kota BUSAN terpilih sebagai kota penyelenggara Konferensi Internasional membahas Bantuan Dana untuk negara tertinggal. Dimana setelah konferensi tersebut, terjadi peningkatan pembangunan signifikan pada negara delegasi penerima bantuan dan negara Korea Selatan sendiri.

Dan pada kesempatan ini Korea Selatan mengadakan puluhan pelatihan bagi negara berkembang lainnya untuk berbagai tema pelatihan. Contoh nya, pelatihan pengetahuan persamaan gender untuk pemerintahan dan peraturan kenegaraan, Peranan perempuan pada pengembangan sumber daya manusia ; sampai dengan Pelatihan bantuan hukum bagi perempuan.

Bagi para delegasi kesempatan emas ini merupakan berkah untuk menggali ilmu dari Korea Selatan yang sudah terbukti berhasil menaikkan pendapatan penduduknya hingga 243 kali sepanjang 38 tahun ini (1970-2012)

Dengan adanya Organisasi International seperti ICW, negara berkembang seperti Indonesia berkesempatan menyerap ilmu yang bermanfaat bagi peranan gender untuk kemajuan bangsa.