Oleh Arief Kusuma Among Praja –

Ibu saya adalah kakak tertua Ibu Dewi Motik yaitu Ibu Kemala Motik dan saya adalah keponakan tertua Ibu Dewi Motik. Sosok Bi Dewi yang saya kenang di masa kecil adalah sosok bibi, yang berambut panjang terurai, yang energik, yang suka mengajak keponakannya jalan-jalan, menemani dia makan bakmi dan makan sop kaki kambing.

Selain sebagai bibi, untuk mengenal siapa Bi Dewi secara utuh juga berproses. Saya mulai mengenal kiprah Bi Dewi saat memenangkan beberapa kontes yang terkait dengan kemampuan dan karirnya sebagai foto model dan peragawati. Saya mulai tahu bahwa Bi Dewi itu adalah seorang yang berprestasi saat Bi Dewi memenangkan kontes tersebut. Bi Dewi pada waktu muda sudah membuat semua orang di keluarga bangga.

Saya mengenal Bi Dewi sebagai seorang sociopreneur, dari keaktifannya di organisasi wanita pengusaha bersama dengan ibu saya dan berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan lainnya. Yang saya pahami mengenai Bi Dewi dalam kiprahnya sebagai pengusaha dan organisatoris adalah beliau itu pernah menjadi ketua ataupun pengurus di berbagai macam organisasi sosial kemasyarakatan yang besar. Dan karena keaktifannya di masyarakat tersebut, Bi Dewi telah menjadi selebriti, “icon”, tokoh dan orang yang terkenal di masyarakat yang punya banyak teman, relasi, jaringan dan juga memiliki banyak kenalan, mulai dari pemilik usaha kecil dan menengah sampai dengan pejabat tinggi negara.

Saya juga mengenal beliau sebagai seorang seniman yang produktif. Bi Dewi itu seorang penyair, seorang pujangga. Hasil karyanya yang pernah saya lihat dalam sebuah buku berisi puisi-puisi, untaian kata-katanya begitu indah, sehingga cukup membekas di hati sanubari saya. Bi Dewi itu seorang pelukis. Karya-karya seninya yang berupa gambar dan lukisan terbilang cukup banyak. Mungkin sudah menghiasi berbagai galeri, ruang kantor, dan ruang tamu banyak orang. Di samping itu, saya juga mengkoleksi salah satu lukisan Bi Dewi, yang saya beli lewat bazar amal.

Di samping sebagai pengusaha dan organisatoris, serta seniman, Bi Dewi adalah seorang pendidik. Beliau kolega saya sebagai dosen di Universitas Esa Unggul. Bi Dewi dikenal sebagai seorang dosen yang mengajarkan mata kuliah motivasi usaha dan kewirausahaan. Tidak terhitung sudah banyak orang yang terinspirasi dan termotivasi untuk menjadi wirausaha karena beliau.

Peran Bi Dewi yang sangat terasa dan selalu akan saya ingat adalah sebagai seorang motivator.
Bi Dewi, dalam setiap kesempatan tidak bosan-bosannya memberikan semangat, pujian dan kepercayaan diri pada saat saya berhasil. Bi Dewi terasa bagi saya seperti orang tua yang kedua.

Melihat kiprahnya yang banyak tersebut, tentunya kita dapat menyimpulkan bahwa Bi Dewi adalah seorang yang multi talenta. Beliau adalah sosok yang layak dijadikan contoh bagi kita semua.

Oleh karena itu, dalam usianya yang ke 68 saya ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Bi Dewi tercinta. Mudah-mudahan Bi Dewi panjang umur dalam keadaan yang selalu sehat walafiat, sejahtera, bahagia dan selalu dalam nikmat rahmat dan lindungan dari Allah SWT.
(akspr)