Oleh Miranda S. Goeltom –

Saya mengenal Dewi lebih dari 60 tahun yang lalu, tepatnya sejak tahun 1956. Saat itu kami ballet bersama di Namarina pimpinan tante Nani Lubis. Kami pernah melakukan pertunjukan ballet di Gedung Kesenian Jakarta tahun 1957 bersama teman-teman yang lain, ada Marayuna Thayeb, Sary Tamin, Atty Ali Hasan dan teman yang lainnya, namun sayang buku program saat kami pertunjukan ballet itu belum saya temukan lagi karena waktu itu sempat hilang, namun sampai sekarang kita semua masih suka main-main bareng.

Di mata saya Dewi itu sosok orang yang gampang berteman, sangat peduli dengan teman dan suka membanyol, tapi justru itu yang menjadi ciri khas dari sifat Dewi.

Selain sama-sama ballet dulu kami juga pernah sama-sama renang di klub Tirta Kentjana, latihannya di kolam renang Manggarai. Guru renang kita Ria Tobing, Oom Soeworo dan istrinya Oom Woro.

Selesai latihan renang kita selalu gantian teraktir makan kerupuk angin pakai sambal dan pastel (hihi, dulu tuh rasanya sudah seru banget), apalagi ditambah bercanda dengan Dewi yang hobi membanyol, langsung terasa hilang capek setelah latihannya.

Pulang renang kita suka bergantian mengantar pulang. Kalo saya yang diantar mobil Oom Motik ke jalan Guntur rumah kami dulu, maka saat pisah Dewi akan berteriak dari mobil “bye bye Tompel”. Kalau saya yang gantian men drop Dewi di jln. Banyumas, gantian aku yang teriak tidak kalah keras “bye bye BER motikmotik”. Hahaha….begitu saja rasanya sudah seru banget deh.
(mrdglm)