Oleh: Nila Motik Abdul Rachman –

Kekaguman saya pada Ayunda Dewi tentu tidak berbeda jauh dengan kekaguman jutaan wanita Indoneia. Ia adalah sosok wanita tangguh yang selalu membangkitkan rasa optimisme, yang semangat pengabdiannya bagi kemajuan kaum wanita tidak pernah padam.

Bagi saya, Ayunda Dewi Motik adalah benar-benar seorang dewi yang hatinya penuh ketulusan dan keikhlasan. Ia selalu ada untuk membantu ketika saya dan juga adik-adik yang lain ada masalah, selalu bersedia mendengarkan ketika kami berkeluh kesah, dan selalu berusaha mencari solusi ketika kami menemui jalan buntu. Kebaikan, dan kemuliaannya itu membuat saya menjadi kagum, karena tidak tahu bagaimana harus membalasnya. Tetapi pada saat bersamaan saya juga merasa bersyukur dan merasa bangga memiliki kakak sehebat dan semulia Ayunda Dewi, yang tidak pernah mengeluh ketika kami harus bersandar kepadanya.

Ia adalah seorang kakak yang berjiwa besar, yang kasih sayangnya seakan tidak ada batas. Salah satu pengalaman hidup yang tidak pernah terlupakan adalah ketika Bang Amir Abdul Rachman (teman dekat sejak SMP yang hingga kini menemani hidup saya) datang melamar. Permasalahan menjadi dilematis kerena di keluarga saya baru Ayunda Kemala Motik yang sudah menikah. Itu berarti saya harus melewati dua kakak laki-laki dan satu kakak perempuan. Bagi kakak laki-laki, itu mungkin bukan masalah besar. Tetapi untuk kakak perempuan hebat berjiwa besar yang bisa memandang permasalahan itu negan bijak, dan tentunya salah satunya adalah Ayunda Dewi Motik. Yang pada saat itu memang sibuk dengan organisasi Wanita antara lain IWAPI, sebagai Pengusaha, Peragawati dan lain-lain.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *